bERITA fEATURE


[Submitted by kendot on June 30, 2008, 11:33 pm]
  WARUNG PECEL LELE "CAK SOON"
 

Terik matahari mulai redup memancarkan senja menyambut hening malam pancarkan keindahan kota. Saat orang mulai rehat dari aktivitas yang melelahkan, lelaki itu mulai menjajakan  dagangannya di pelataran trotoar jalan Suci.

 Cak Son, “begitulah orang memanggil”. Lelaki matang asal Nganjuk (Jawa Timur) membuka usaha “Warung Pecel Lele” bersama keluarganya. Meskipun usaha seperti ini bisa dikatakan sudah menjamur di kehidupan kota, namun ia tetap tegar dan ulet menekuni usaha ini demi menghidupi keluarganya. Dengan suatu keunikan tersendiri yang ditawarkan oleh “Cak Son” yang menjadi pembeda dengan warung pecel lele yang lainnya.

 “Saya membuka warung ini dari tahun 1994”, tuturnya dengan nada medok khas Jawa yang masih diusungnya. “Saya merantau ke Bandung dengan niat mengadu nasib agar bisa mengarungi bahtera hidup yang layak bagi saya dan keluarga”.

            “PODOMORO” nama yang diberikan Cak Son, yang artinya “orang yang datang jarang satu orang namun berbondong-bondong”. Keunikkan dari warung ini adalah cara pemberian porsi nasi yang sangat banyak pada tiap porsinya, ketidakstabilan harga sembako tidak membuat resah Cak Son memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan tanpa memilah-milah pelanggan tertentu.

 “Saya sangat mengutamakan kepuasan pelanggan, katanya. Dengan pemberian nasi yang banyak dalam setiap porsinya, saya tidak merasa rugi karena disamping bisa menggaet konsumen juga bisa membantu adik-adik mahasiswa (kebetulan tempatnya dekat dengan lingkungan kos-kosan) untuk tetap bisa kenyang dengan harga yang murah”.

            “Saya bisa merasakan apa yang adik mahasiswa (khususnya) rasakan bilamana jauh dari keluarga dan merantau demi menggapai masa depan yang cerah, karena saya sangat merasakan hal yang seperti itu. Jadi apa salahnya saya berbagi keluhan dengan mereka itu”.

            “Alhamdullilah, dengan motto : bersih, banyak dan enak  bisa membuat pelanggan ketagihan dan terus datang ke warung saya, sehingga kami setiap hari tidak pernah kehabisan pelanggan namun selalu penuh dan juga terkadang kami kewalahan dalam melayani karena banyaknya pengunjung yang datang ke tempat saya ini”.

            “Konsumen yang datang biasanya mahasiswa namun kadang-kadang eksekutif muda yang sengaja mampir setelah setelah sehabis pungang kantor. Dari kalangan bawah sampai kalangan atas pun pernah datang ke sini, mereka berbaur tanpa mengenal status”.

            “Saya biasa membuka warung pecel lele ini mulai dari pukul 15.00 Wib sampai dagangan yang dibawa habis terjual. Kadang bisa mencapai jam 02.00 pagi namun rata-rata kami tutup jam 12.00 dini hari”.

 

“Untuk kepuasan pelanggan, saya biasa membawa nasi sampai dengan 31 kg dan lele 12 kg untuk setiap harinya dan alhamdullilah sampai sekarang tidak pernah tersisa selalu habis, tuturnya sambil tertawa terbahak-bahak”

            “Meskipun harga sembako sedang tidak stabil, saya tetap pada tarif lama. Untuk satu porsi pecel lele saya hargai 6000, ya kalo ditambah tempe sama tahu jadi 6500. Dan keunikan porsi nasi banyak tetap saya jalankan tanpa mengurangi rasa dan pelayanannya”.

Konsumen sangat senang dengan hal ini.

            “Warung Pecel Lele Cak Son ini sangat membantu bagi kami anak kos, disamping rasa yang enak dan porsi nasi yang banyak namun harga tetap murah tapi meriah”. kata Ilyas, mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi di Bandung. “Bagi anak kos seperti kami Cak Son sangat membantu kami dalam hal “perut” apalagi kalau penghujung bulan seperti ini”. Menambahkan perkataannya sambil tersenyum.

            Ketidakstabilan harga sembako yang morat-marit tidak menjadi penghalang yang berarti bagi “Cak Son”. Kepuasan pelangganlah yang menjadi patokan ia dalam menekuni usaha warung pecel lele ini.

 

Kedekatan dan keramahan yang ditawarkan oleh “Cak Son dan keluarga”  dalam melayani pelanggan, membuat keunggulan tersendiri bagi pelanggan untuk menentukan sikap positif terhadap warung pecel lele miliknya. Hal inilah yang tetap dijaga oleh Cak Son dan keluarga agar pelanggan tidak merasa bosan dan canggung bilamana sedang berkunjung ke warung pecel lele miliknya itu.

            Dengan porsi nasi yang banyak, menjadikan suatu ciri khas tersendiri yang diusung oleh Cak Son sehingga hal ini yang membedakan warung pecel lele Cak Son dengan warung pecel lele lainnya.